5.27.2009

VISKOSITAS

Viscosity secara umum dapat diartikan sebagai ketebalan/kekentalan dari Oli. Intinya ia harus tetap encer/lancer mengalir saat udara dingin dan tetap kenta saat menghadapi temperature mesin yang tinggi. Berkaitan dengan Viscosity ada beberapa jenis oli:

Multy Grade

Contoh dengan code: Ow30, 5w30, 10w40 adalah oli yang didesign untuk aplikasi pada perubahan suhu yang signifikan seperti di kawasan Amerika Utara dimana suhu bisa sampe -20 derajat F saat musim dingin dan +95 derajat F saat musim panas.

Mono Grade

Contoh dengan code SAE30 yang dirancang untuk operasional mesin saat musim panas saja. Monograde oil masih sering digunakan pada aplikasi di super high performance racing, Alat-alat berat yang digunakan saat musim panas dan mesin industri yang biasanya selalu ditempatkan dalam ruangan dengan suhu konstan sepanjang tahun.

Arti Angka

5w30 sering diartikan sebagai “5 weight” oil saat suhu dingin dan “30 weight” oil saat suhu tinggi apakah tepat demikian?

5 di 5w30 adalah angka relative yang mengindikasikan kemudahan mesin untuk dinyalakan saat temperatur rendah dibanding dengan 10 pada 10w30.. Jadi itu bukan bukan referensi atas viscosity. Jadi agar tidak bingung, lebih mudah mengingat W sebagai Winter daripada sebagai klasifikasi weight.

Sementara klasifikasi SAE hanya untuk aplikasi buat oli pada temperature 100 derajat C yang tidak bisa dijadikan standar untuk oli dengan temperature selain 100 derajat C

Sebagai contoh ,oli dengan SAE 30 harus punya kinematic viscosity saat suhu100 derajat C antara 9.3 - 12.5 cSt (centistokes)

Masalah Pada Oli Multy Grade

Wax contaminants pada petroleum basestocks mengkristal pada suhu dingin yang menyebabkannya mengental dan menjadi susah untuk dipompa. Jadi sebagai dasar material petroleum oil harus menggunakan basestocks yang encer.

Sebagai contoh pada oli 5w30, agar mudah mengalir agarsesuai denga klasifikasi 5W, maka digunakan petroleum basestocks dengan SAE20 yang akan ditambahi dengan pour point depressant additives. Ingat di pembahasan sebelumnya bahwa additive ini digunakan untuk menjaga viscosity tetap rendah pada saat temperature dingin dengan mencegah pengkristalan waxy contaminants dalam oli. Tapi agar bisa stabil di SAE 30 dan tidak menjadi SAE 20 oli harus di bangun dengan VI-improvers yang juga sudah kita bahas.

Tapi makin panjang VI improvers maka makin tidak stabil, sehingga senyawa ini sangat cepat pecah sehingga 5w30 bisa balik ke 5w20 atau lebih rendah lagi. Jadi SAE J300 memberikan persyaratan bahwa oli harus memenuhi cP level atas HT/HS (Hi Temperature/Hi Shear) test (ASTM D 4683)

Makin tinggi HT/HS makin bagus oli karea mengindikasikan shear yang lebih rendah. Petroleum oil punya nilai HT/HS yang rendah tapi cukup memenuhi standar spesifikasi dari SAE J300. Karena HT/HS yang rendah maka Petroleum oil mudah terbakar dan meninggalkan kotoran serta harus rutin diganti.

NOACK dan Four Ball Wear Indication adalah yang paling penting untuk melihat kestablilan dan kelebihan dari setiap oli.

NOACK test menempatkan oli pada lingkungan dengan temperatur 250 derajat C (kl. 500 derajat F) selama 1 jam. Ini dilakukan untuk menentukan penguapan selama periode tersebut. Petroleum Oil nilainya biasanya kehilangan diatas 15% dari berat awalnya. Sementara synthetic oil biasanya dengan mudah berada pada kisaran dibawah 10%. Makin encer oli biasanya makin besar penguapannya. SAE 30 menguap lebih banyak dari pada SAE 60, seperti halnya 0w30 dengan 10w30

Four Ball Wear tes adalah untuk mengetahui seberapa baik oli mencegah gesekan pada situasi terjadi kontak antar metal di mesin. Misalnya antar piston dengan silinder mesin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar